Dasarnya, saya suka ilmu astronomi dan gelombang, dan saya menyukai hal-hal yang tidak pasti (probabilitas tinggi), dan berimajinasi. Karena itu, Penemuan penting dan paling membuat saya kagum adalah teori relativitas oleh Albert Einstein. Seperti yang diketahui semua orang, teori inilah yang melesatkan nama Einstein dibanding ilmuwan lainnya.

Einstein menemukan bahwa hakikat alam semesta dengan segala keberagaman, kemajemukan, dan segala sistemnya bersifat relatif antara satu dengan yang lainnya, kecuali patokan yang sangat absolut, yaitu kecepatan cahaya. Berat sebuah benda bisa berubah pada tingkat gravitasi yang berbeda. Tapi bahkan, massa benda (yang pada awalnya dianggap mutlak) pun dapat berubah seiring penghitungan mendekati kecepatan cahaya. Juga tentang jam yang berdetak lebih lambat dan proses biologis di tubuh manusia yang lebih lambat dari biasanya bila kita bergerak dengan kecepatan tertentu.

Dosen pernah bilang, katanya “kalo ilmuwan menemukan suatu teori, pasti ada ilmuwan lain yang berpikiran sama”. Emang iya banget sih. Tapi kok kalo dipikir-pikir, sepertinya nggak berlaku bagi temuan Einstein yang satu ini. Pemikiran “segalanya relatif, by Einstein” sangat diluar kemampuan berpikir dan berimajinasi orang rata-rata, bahkan yang jenius. Karena pada waktu itu, semua telah memiliki ukuran yang pasti. Dan menurut saya, kalo Einstein nggak ada, mungkin sekarang pun kita belum menemukan teori itu. Mungkin masih menunggu beberapa puluh tahun lagi sampai akhirnya manusia menemukan teori yang luar biasa.

Nah karena itulah penemuan ini sangat penting. Umat manusia jadi mulai berimajinasi tentang seberapa besar alam ini dengan dimensi ruang dan waktu. Mungkinkah kita pergi menembus waktu, dan apakah dunia ini paralel atau hanya memiliki satu waktu yang terus berjalan.

Lalu bagaimana dengan pemikiran: ada diri kita yang lain di alam semesta lain, yang bahkan kita tidak akan mampu pergi kesana dengan teknologi apapun”, atau “apakah kiamat hanya akan terjadi di alam semesta kita (dimensi ruang dan waktu kita)?”. –oke, pemikiran tersebut hanyalah imajinasi saya setelah mengetahui teori relativitas. Tapi mungkin saja kan?

Iklan